Dubes Indonesia untuk Australia Ditarik, Lalu?

Menyusul desakan masyarakat terkait terbongkarnya penyadapan yang dilakukan oleh intelejen Australia Indonesia, seperti diberitakan Antara, pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akhirnya menarik Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Senin (18/11) kemarin.

Meski diapresiasi, tapi penarikan ini dianggap terlambat, Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, aksi penarikan Nadjib Riphat Kesoema, dari Canberra baru dilakukan Pemerintah usai pemberitaan menyebut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono sebagai target. Hikmahanto juga menilai bahwa penarikan Dubes RI tidak cukup dan tidak tegas, menurutnya pemerintah seharusnya segera melakukan pengusiran terhadap diplomat Australia dan AS.

Sebelumnya pemerintah memang tampak enggan menyikapi insiden penyadapan ini sebelum Snowden mengungkap informasi tambahan yang menunjukkan bahwa Ibu Ani juga menjadi target penyadapan, seperti dirilis ABC dan The Guardian.

3G: Impact and Update.  Cover laporan perkembangan dan hasil yang dicapai dari penyadapan melalui jaringan 3G per November 2009.

3G: Impact and Update.
Cover laporan perkembangan dan hasil yang dicapai dari penyadapan melalui jaringan 3G per November 2009.

3G Rollouts - Daftar provider jaringan 3G di Indonesia dan sejumlah negara di ASEAN. Di Indonesia, terdapat tiga perusahaan yang disebutkan dalam slides itu, yakni Telkomsel, Excelcomindo, Indosat, dan Hutchison 3G (provider 3).

3G Rollouts – Daftar provider jaringan 3G di Indonesia dan sejumlah negara di ASEAN. Di Indonesia, terdapat tiga perusahaan yang disebutkan dalam slides itu, yakni Telkomsel, Excelcomindo, Indosat, dan Hutchison 3G (provider 3).

IA LEADERSHIP Target + Handsets - Daftar pejabat Indonesia yang disadap. Selain SBY dan Ibu Ani Yudhoyono, terdapat pula delapan anggota kabinet. Selain terhadap SBY dan Ibu Negara, DSD juga menyadap Wapres Boediono, Mantan Wapres Jusuf Kalla, Juru Bicara Kepresidenan bidang luar negeri Dino Pati Djalal, Jubir Kepresidenan bidang dalam negeri Andi Mallarangeng, Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menko Polkam Widodo AS, Menkominfo Sofyan Djalil.

IA LEADERSHIP Target + Handsets – Daftar pejabat Indonesia yang disadap. Selain SBY dan Ibu Ani Yudhoyono, terdapat pula delapan anggota kabinet. Selain terhadap SBY dan Ibu Negara, DSD juga menyadap Wapres Boediono, Mantan Wapres Jusuf Kalla, Juru Bicara Kepresidenan bidang luar negeri Dino Pati Djalal, Jubir Kepresidenan bidang dalam negeri Andi Mallarangeng, Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menko Polkam Widodo AS, Menkominfo Sofyan Djalil.

Indonesian Presiden Voice Events - Alur percakapan telepon antara SBY dengan pihak lain yang disajikan dalam bentuk CDR (Call Detail Record) atau catatan detail percakapan. Percakapan itu dilakukan pada Agustus 2009 selama 15 hari. Percakapan SBY disadap selama 15 hari pada Agustus 2009, yakni pada tanggal 1, 3, 4, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 20, 21, 22, 23, 24.

Indonesian Presiden Voice Events – Alur percakapan telepon antara SBY dengan pihak lain yang disajikan dalam bentuk CDR (Call Detail Record) atau catatan detail percakapan. Percakapan itu dilakukan pada Agustus 2009 selama 15 hari.
Percakapan SBY disadap selama 15 hari pada Agustus 2009, yakni pada tanggal 1, 3, 4, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 20, 21, 22, 23, 24.

Indonesian President Voice Intercept - Cara DSD menyadap percakapan telepon SBY pada Agustus 2009. Penyadapan dilakukan untuk baik ketika SBY menghubungi orang lain maupun ketika orang lain menghubungi SBY. DSD menyadap dengan cara mencegat hubungan itu di tengah jalan.

Indonesian President Voice Intercept – Cara DSD menyadap percakapan telepon SBY pada Agustus 2009. Penyadapan dilakukan untuk baik ketika SBY menghubungi orang lain maupun ketika orang lain menghubungi SBY. DSD menyadap dengan cara mencegat hubungan itu di tengah jalan.

DSD Way Forward - Program yang akan dilakukan oleh DSD terkait penyadapan lewat saluran 3G. Salah satunya menunjukkan bahwa ada sejumlah pilihan untuk penyadapan terhadap pejabat tertentu di Indonesia. Metodenya tinggal dipilih dan setelah itu terapkanmetode mana yang akan digunakan.

DSD Way Forward – Program yang akan dilakukan oleh DSD terkait penyadapan lewat saluran 3G. Salah satunya menunjukkan bahwa ada sejumlah pilihan untuk penyadapan terhadap pejabat tertentu di Indonesia. Metodenya tinggal dipilih dan setelah itu terapkanmetode mana yang akan digunakan.

Keterlibatan Densus 88
Sementara itu, anggota DPR-RI Tantowi Yahya mencurigai bukan tidak mungkin jika penyadapan ini dilakukan dengan menggunakan peralatan Densus 88 yang terkoneksi dengan peralatan penyadapan Australia. Karena sebagaimana diketahui, Selain dilatih dan dibiayai AS dan Australia, peralatan dan persenjataan Densus 88 memang pemberian AS dan Australia.

Kecurigaan Tantowi tampaknya cukup beralasan, pada Desember 2007, jurnalis independen, Allan Nairn mengungkap penyadapan telepon Indonesia oleh intelejen AS melalui Densus 88.

Alat penyadap yang digunakan Intelejen AS dan Densus 88. Sumber: Democracy Now

Intelejen AS di Jakarta diam-diam melakukan penyadapan terhadap telepon seluler dan membaca SMS warga Indonesia. Credit: Democracy Now

Informasi mengenai program surveilans AS ini diperoleh Nairn dari tiga sumber, yaitu seorang sumber yang sering bekerjasama dengan pihak keamanan Indonesia dan mengatakan bahwa dia telah bertemu dan mendiskusikan secara formal mengenai kerjasama mereka dengan beberapa penyadap telepon Amerika, dan dua sumber lain yang merupakan petugas yang bekerja di Densus 88.

Menurut Nairn, kehadiran intelejen AS dalam Densus 88 telah dikonfirmasi oleh salah seorang pejabat Densus 88 yang mengatakan bahwa sebuah tim dari Amerika memang melakukan “pekerjaan telekomunikasi” pada ‘Seksi Intel,’ bersama orang yang menurut mereka berkewarganegaraan Inggris. Saat Nairn mengkonfirmasi informasi ini kepada Kedubes AS di Indonesia, meski tidak mendapatkan jawaban positif, pihak Kedubes AS juga tidak menyangkal informasi yang diajukan oleh Nairn.

Berdasarkan keterangan Nairn di atas, pemerintah dan aparat keamanan Indonesia jelas mengetahui dan bahkan bekerjasama dalam kegiatan intelejen asing di negeri ini.

Mengenai dokumen intelejen Australia yang terungkap kali inipun, sebagaimana diungkapkan Edward Snowden, sebetulnya masih merupakan bagian dari aktivitas spionase AS di Asia, tetapi sebagaimana kita lihat, jangankan protes dan tindakan politik nyata terhadap Amerika, reaksi pemerintah terhadap Australia yang hanya berperan sebagai pelaksana di lapangan pun terbilang ragu-ragu, sampai terungkap jika Ani Yudhoyono termasuk target penyadapan dan buktinya disebarkan ke publik, baru SBY bereaksi.

Pada tahun 2008, sebuah perusahaan keamanan Inggris juga diketahui melakukan kegiatan spionase di Indonesia, Menkominfo bahkan turut hadir dalam acara pameran surveilans yang mempresentasikan hasil spionase tersebut.

Pemerintah kini sudah menarik Dubes RI untuk Australia, tetapi dengan sejumlah catatan pelanggaran atas kedaulatan negara seperti terlihat di atas, beranikah pemerintah mengambil langkah lebih tegas berupa pemutusan hubungan diplomatik dengan Australia atau bahkan AS?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s