Israel Shahak Tentang Fundamentalisme Yahudi

Berikut merupakan kutipan-kutipan dari ceramahnya (bersama Noam Chomsky) di MIT pada tahun 1994. Dokumentasi video dapat dilihat di Youtube: “Noam Chomsky and Israel Shahak on Jewish Fundamentalism.”

Israel Shahak, adalah seorang profesor kimia, sejarawan, peneliti, yang juga merupakan aktivis kemanusiaan IsraelYahudi terkemuka, yang dalam pandangannya sendiri adalah, “Seorang Yahudi yang taat pada kebudayaan dan tradisi 3000 tahun Yahudi dalam caranya (yang sangat kritis) sendiri.”

Tema umum presentasinya memperlihatkan bagaimana teori-teori serta pemikiran fundamentalis Yahudi Israel mempengaruhi praktek negara Israel, dan bagaimana ideologi ini dengan patuh diikuti oleh negara sekuler Israel.

Masalah Tanah

Latar belakang: Perjanjian Oslo menghasilkan 70% wilayah Tepi Barat (Westbank) dan 30% Jalur Gaza (Gazastrip) menjadi milik negara Israel.

Tanah yang dimiliki oleh negara Israel hanya bagi kepentingan Yahudi, bukan untuk warga negara Israel lainnya jika mereka bukan Yahudi. “Tanah yang dimiliki oleh negara Israel adalah [dan hanya dapat] digunakan untuk kepentingan Yahudi.”  “Ketika anda membaca di koran-koran dan lainnya mengenai pemukiman Israel, pemberitaan di media-media itu tidak benar. Pemukiman tersebut bukan diperuntukkan bagi warga negara Israel, yang 17% diantaranya merupakan bangsa Palestina, tanah tersebut terlarang [bagi semua, kecuali Yahudi].

70% lahan tersebut bukan hanya dirampas dari para petani Palestina [dsb.], merekapun tidak bisa melakukan apapun, mereka tidak bisa menyewanya [dsb.], karena tanah tersebut hanya terbuka—secara resmi dan legal—bagi seluruh Yahudi saja. Situasi di Jalur Gaza sebelum dan setelah Oslo merupakan situasi Apartheid.

Masalah Air

Air merupakan faktor krusial dalam pertanian dan pembangunan. Bangsa Palestina tidak diperbolehkan menggali sumur-sumur di tanah milik mereka sendiri, atau meningkatkan kapasitas pompa mereka yang telah ada. Pada 30% wilayah Tepi Barat yang masih dimiliki Palestina, mereka sama sekali tidak diperbolehkan menggali sumur sejak September 1967, atau untuk memasang pompa baru [untuk mendapatkan air lebih banyak].

Tentu saja para pemukim Yahudi Israel tidak dilarang membuat sumur atau menambah pompa air.

130.000 pemukim di Tepi Barat menggunakan lebih banyak air untuk pertanian daripada 1.5 juta bangsa Palestina.

Ada lebih banyak lagi manifestasi Apartheid di wilayah ini.

Aturan Hukum

Dari manakah ideologi ini berasal?

[Hukum di Israel] bukan hukum di wilayah (Tepi Barat dan Jalur Gaza). Yahudi Israel, atau pemukim Israel, jika mereka melakukan pelanggaran di wilayah tadi, seperti pelanggaran mengemudi, akan diadili di dalam Israel, oleh pengadilan sipil, bukan oleh pengadilan militer sebagaimana yang diterapkan bagi warga Palestina untuk semua jenis pelanggaran.

Polisi Palestina pun tidak memiliki kewenangan untuk menangkap seorang Yahudi Israel, jika dia melakukan kejahatan wilayah-wilayah tersebut, hanya karena dia seorang Yahudi Israel.

“Kita memperlakukan bangsa Palestina kurang lebih sama dengan yang dilakukan oleh kaum Kristen dan sedikit Muslim kepada kita … adalah umum bahwa kelompok yang ditindas menjadi penindas … Kita harus mengungkap bagaimana ini terjadi,” (kita tidak boleh tertutup mengenai hal ini.)

(Satu ungkapan yang digunakan Rabin [Yitzhak Rabin, PM Israel 1992-1995] dan yang lainnya mengenai membebaskan tahanan Palestina adalah ungkapan “darah Yahudi” dan “darah Arab,” [jika mereka menumpahkan ~] mencerminkan ungkapan yang digunakan oleh rejim-rejim anti-Semit terhadap Yahudi.

Contoh lain yang memperlihatkan karakter sesungguhnya rejim Israel: yang lebih buruk daripada aturan kolonial—anda tidak akan menemukan “koloni di abad ke-20 manapun” dimana pembunuh yang telah ditangkap (atas pembunuhan ‘non-security’) dan telah jatuhi vonis kemudian dipulangkan ke rumah sebagai bagian dari kebijakan.” Fenomena ini merupakan tanda paling penting Apartheid.

Sumber Kebijakan-Kebijakan Tersebut

“Anda tidak akan memahami istilah Yahudi dan bangsa Yahudi, jika anda hanya melihat pada bangsa Yahudi modern,” atau jika anda membaca Bible dan anda membuat ‘lompatan quantum’ dari abad ke-5 Sebelum Masehi ke abad ke-19 atau 20 Masehi. Selama masa ini orang Yahudi memiliki agama yang sangat berbeda dengan Judaisme Biblikal dan sangat berbeda dari Judaisme negara-negara Barat modern. “Buku saya adalah untuk mengisi lubang ini.”

Shahak mengungkapkan beberapa aspek sosial Judaisme selama periode Judaisme Klasik (sampai dengan sekitar abad ke-19) dan menjelaskan tipe-tipe penindasan bangsa Yahudi terhadap bangsa Palestina, yang sangat mirip dengan penindasan terhadap orang Yahudi selama 2000 tahun.

Sampai kebangkitan negara modern, seperti AS, Belanda, atau sampai batas-batas tertentu Inggris, Yahudi tidak membayar pajak secara perorangan. Pajak biasanya ditetapkan bagi komunitas Yahudi di negara tersebut dengan pembulatan, dikumpulkan oleh otoritas Yahudi yang terpandang, yang memiliki kekuatan koersif. “Mereka juga memiliki kewenangan untuk menghukum anggota komunitas Yahudi untuk semua jenis pelanggaran keagamaan.”

Dengan demikian, selama sekitar 2000 tahun, “Judaisme dalam bentuknya yang orthodox dipaksakan kepada bangsa Yahudi oleh otoritas-otoritas Yahudi,” yang “melakukan pelayanan bagi klas penguasa. Di beberapa kota, Yahudi tidak diperbolehkan tinggal. Kemudian sejak sekitar tahun 1900 beberapa liberalisasi (oleh Napoleon, yang ditentang oleh para rabbi Yahudi), beberapa hal yang sebelumnya terlarang, yang bisa mengakibatkan hukuman dari Orthodoksi Yahudi sebelumnya. Bangsa Yahudi “dibebaskan oleh revolusi yang dilakukan oleh orang lain.”

Saat ini Yahudi terbagi dalam beberapa denominasi (sekte), diantaranya ada kelompok yang mengatakan bahwa tradisi Yahudi lebih penting daripada demokrasi dan lebih penting dari kepentingan (dalam pengertian keuntungan) negara atau kekuasaan negara, yaitu lebih penting dari gagasan abstrak apapun (seperti gagasan kesetaraan warga negara di hadapan hukum). Juga gagasan bahwa kelompok-kelompok keagamaan tidak diperbolehkan menghukum anggotanya, dan ini seharusnya menjadi hak negara semata, dan gagasan ini bertentangan dengan tradisi Yahudi, karena selama 2000 tahun mungkin lebih itu tradisi Yahudi melayani sistem yang sama sekali berbeda.

Karena itu saat ini, lebih dari 90% Yahudi Israel ketika ditanya sebuah pertanyaan sederhana, mengenai apakah perlakuan terhadap warga Palestina di wilayah tersebut tidak demokratis, atau apakah perlakuan semacam itu akan memenuhi tujuan negara Israel, ataukah perlakuan tersebut mewujudkan pendudukan permanen, maka mereka akan menjawab jika seluruh pertanyaan tersebut tidak relevan. Karena yang relevan bagi mereka adalah “tanah Yahudi” di Israel akan terus dibebaskan demikian seterusnya sehingga tidak bisa diambil alih kembali.

Shahak kemudian menunjukkan beberapa perbandingan dengan sistem apartheid Afrika Selatan (sebelum sistem tersebut dihapuskan di Afrika Selatan antara tahun 1990-1996), (dimana sistem apartheid di Afrika Selatan berdasarkan warna kulit, dan sistem apartheid di Israel berdasarkan agama, dan anda bisa berganti agama dengan Judaisme).

Kenapa, bandingkan dengan Warsawa (Warshaw) atau Paris yang dekat dengan kaum Yahudi sampai dengan terjadi revolusi Perancis, (kecuali bagi agen-agen kerajaan selama jangka waktu tertentu). Pergantian agama [memungkinkan orang tersebut untuk pindah ke Paris atau Warsawa], jika dia lebih tertarik pada keuntungan [daripada agama] dan secara otomatis menjadi bangsawan.

Situasi di wilayah (Tepi Barat dan Jalur Gaza) benar-benar sama [dengan situasi Yahudi di abad pertengahan Eropa].

Shahak membandingkan Tepi Barat dengan Alaska:

54% wilayah Tepi Barat kosong, tetapi hanya diperuntukkan bagi Yahudi, ini merupakan kebijakan resmi negara Israel, yang menyatakan tidak diperbolehkan bagi bangsa Palestina untuk tinggal di sana, kecuali dia mau berganti agama menjadi Yahudi—kecuali dia mau melakukan hal yang sama dengan Yahudi sebelum era modern dan dapat menguntungkan.

Maka dapat anda lihat, bagaimana—karena pergantian agama ini, karena pengecualian-pengecualian terhadap peraturan—realitas ini menunjukkan bagaimana kami Yahudi (Israel), dalam titik ini saya sedikit berbeda pendapat dengan Noam Chomsky—apapun tanggungjawab warga Amerika, yang tidak saya tolak—tanggungjawab pertama dan utama atas apa yang terjadi di wilayah (Palestina) terletak pada kami warga Yahudi Israel.

“Dengan menginternalisasi nilai-nilai penindas kami, sekarang kami melakukan—ini pandangan saya—kepada orang lain apa yang telah menimpa kami di masa lalu.”

“Hanya ada satu jalan keluar dari kebuntuan ini. …’proses perdamaian,’ yang didasarkan pada sistem apartheid tidak akan pernah berhasil. … “85% warga Israel menentang pembentukan negara Palestina dengan syarat apapun.”

Beberapa opini di Israel telah berubah—tidak mengenai Palestina—tetapi mengenai modernitas dan demokrasi. Salah satu tragedi bangsa Palestina adalah karena bagi kami (warga Yahudi Israel) mereka hanya merupakan masalah luar negeri, dan setiap masyarakat lebih tertarik dengan urusan domestik. …Ini menunjukkan bahwa kekuatan tradisi [Yahudi] tidak sekuat 30 atau 40 tahun, terlebih lagi 50 tahun yang lalu. Karena itu ada kemungkinan (meskipun tidak kuat), bahwa dengan memperkuat dan menegakkan prinsip pokok demokrasi di dalam negeri Israel, kami pun dapat merubah—sampai batas-batas signifikan tertentu—kebijakan luar negeri kami, dalam hal ini terkait dengan cara berhadapan dengan bangsa Palestina, yang telah coba tunjukkan kepada anda memiliki bias ideologi.

Sumber dan bacaan lebih lanjut:
Israel Shahak on Jewish Fundamentalism, Edited Transcript.
Noam Chomsky and Israel Shahak on Jewish Fundamentalism Part 1 (Youtube)
Noam Chomsky and Israel Shahak on Jewish Fundamentalism Part 2 (Youtube)
Israel Shahak and Norton Mezvinsky, Jewish Fundamentalism in Israel, Pluto Press, 1999. Internet Archive.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s