Sejarah Singkat Bani Israil

SUKU YAHUDI

Yahudi adalah nama satu suku bangsa dari bangsa (Bani) Israil. Bani Israil terdiri atas dua belas suku bangsa, di antaranya: Yahudi keturunan Yahod anak Israil. Israil sendiri adalah gelar bagi Nabi Ya’qub a.s.

Nabi Ibrahim a.s. beristri dua, yakni Sarah binti Haran yang melahirkan Nabi Ishaq a.s. dan Hajar yang melahirkan Nabi Ismail a.s. Nabi Ismail a.s. mengembara di Bakkah dan kelak, seorang keturunannya yang bemarna “Adnan” menurunkan Arab Quraisy. Menurut kitab Qishashul Anbiya Ibnu Katsir, Hajar adalah seorang putri bangsa Qibthi (Mesir).

SEJARAH SINGKAT BANI ISRAIL

1. Ketika Sarah ditawan Firaun untuk dijadikan selir, Allah memberikan pertolongan kepada Sarah sehingga Firaun merasa takut, dan gagal menjadikan Sarah sebagai selirnya. Karena gagal menjadikan Sarah sebagai selir, Firaun hendak menjadikan Sarah sebagai budak Hajar. Namun, pada akhirnya Hajar pun dihadiahkan kepada Nabi Ibrahim a.s.

Masih dalam Qishashul Anbiya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa Istri Nabi Ibrahim yang terkenal hanya dua, sementara masih ada dua lainnya yang kurang terkenal yaitu Qanthura binti Yaqthan dan Hajun binti Amin. Dari Qanthura binti Yaqthan lahir enam orang anak, yakni Madyan, Zamran, Saraj, Yaqsyan, Nasyaq, dan yang keenam belum sempat diberi nama. Dari Hajun binti Amin lahir lima orang anak, yakni Kisan, Sauraj, Amim, Luthan, dan Nafis.

2. Nabi Ishaq a.s. berputra Nabi Ya’qub a.s. yang bergelar Israil. Dari beberapa orang istrinya, Nabi Ya’qub a.s. berputra dua belas, yakni Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Zebulaon, Isakhar, Dann, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf, dan Benyamin.

3. Yusuf dianiaya oleh saudara-saudaranya sendiri dan hendak dilenyapkan; ia dijual ke Mesir. Setelah dewasa, Yusuf menerima wahyu dan diangkat menjadi rasul, juga merangkap menjadi seorang pejabat RajaMuda di Mesir.

4. Nabi Ya’quh beserta semua anak cucunya hijrah ke Mesir, atas anjuran Nabi Yusuf a.s.

5. Di Mesir, Bani Israil berkembang dari tujuh puluh orang menjadi tiga juta orang. Di antara mereka terdapat ratusan ribu orang Yahudi (keturunan Yahuda) yang rata-rata berotak cerdas tetapi sebagian besar berwatak buruk: kikir, sombong, keduniaan, berkeinginan menguasai bangsa lain, ashabiyah (fanatis), kejam, dan sebagainya.

6. Suku Bangsa Yahudi terbagi dua: Yahudi asli yang terlahir dari ayah ibu Yahudi dan Yahudi campuran yang terlahir dari ayah Yahudi dan ibu dari bangsa lain. Yahudi campuran termasuk Yahudi Kelas Dua.

7. Pada masa kekuasaan Firaun yang bersimpati terhadap Bani Israil, mereka hidup bahagia dan menguasai ekonomi Mesir, dan banyak di antara mereka yang menjadi pejabat negara.

8. Ketika dinasti Ramasis (Ramses) naik tahta, orang Israil dianggap sebagai benalu yang harus dilenyapkan, sehingga mereka mulai ditindas. Walaupun demikian, seorang Yahudi bemama Qarun berhasil menjadi kaya raya karena menjilat Firaun dan menjual bangsanya sendiri. Firaun yang bergelar Thutmosis memerintahkan pembunuhan semua anak laki-Iaki BaniIsrail, termasuk yang masih ada di dalam kandungan. Nabi Musa a.s. diselamatkan Allah dan dipelihara oleh permaisuri Firaun sendiri.

9. Pada lebih kurang 1300 SM, Nabi Musa a.s. dapat melepaskan Bani Israil keluar dari negeri Mesir dengan menyeberangi Laut Merah yang terbelah dua antara Pithan dan Sur di Teluk Suez. Ketika Firaun dan pasukannya mengejar, laut tertutup kembali sehingga mereka mati tenggelam. Mayat Firaun dapat ditemukan dan dibalsem oleh keluarga istana. Bani Israil selamat sampai ke tepi.

10. Nabi Musa a.s. beritikaf empat puluh hari di Thursina. Di sana ia menerima wahyu Taurat yang dicatatnya pada alwah, yakni kepingan batu tipis. Ketika Nabi Musa a.s. beritikaf, kepemimpinan Bani Israil diwakili oleh Nabi Harun a.s. Pada saat itu seorang Yahudi, “Musa Samiri” membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah oleh Bani Israil, karena o,rang Yahudi selalu minta alat peraga untuk menyembah Yehowa. Setelah Nabi Musa a.s. turun, ia menghukum mereka dan segera mengusir Musa Samiri serta mengutuknya.

11. Bani Israil diperintahkan memasuki negeri Bangsa Kan’an, namun orang-orang Yahudi menolaknya dan menyuruh suku lain untuk memasukinya. Akibatnya, Bani Israil dihukum sehingga terse sat di Padang Tih selama empat puluh tahun. Pada masa itu wafatlah Nabi Harun a.s. dan tak lama kemudian Nabi Musa a.s. pun wafat dalam usia 120 tahun. Kepemimpinan Bani Israil kemudian dipegang oleh Nabi Yusya bin Nun a.s.

12. Thalut (Saul) berhasil memimpin tentaranya memasuki negeri Kan’an. Menantu Thalut yakni Nabi Daud a.s. berhasil membunuh Jalut (Goliath).

13. Thalut diangkat menjadi Raja Bani Israil, dan kelak dilanjutkan oleh Nabi Daud a.s.yang memerintah berdasarkan hukum Taurat dan Zabur.

14. Nabi Daud a.s. digantikan oleh putranya Nabi Sulaiman a.s. (975-935SM). Pada masanya dijalin hubungan dengan negeri Saba, Mesir, dan negeri-negeri yang bertetangga. Nabi Sulaiman a.s. mendirikan Masjid Al Aqsha yang disebut Haikal Sulaiman oleh orang Yahudi. Ahli sejarah agama berpendapat bahwa Masjidil Aqsha yang didirikan oleh Nabi Sulaiman a:s.itu merupakan turunan dari Masjidil Aqsha yang didirikan oleh Nabi Ibrahim a.s., empat puluh tahun setelah pendirian Masjidil Haram. Masjidil Aqsha pada zaman Nabi Ibrahim a.s. mungkin berupa sebuah kemah di Ursyalim. Dalam pengembaraannya, Nabi Ya’qub a.s. cucu Nabi Ibrahim a.s. melewati Sakhur. Ketika melewati Ursyalim, ia mendirikan kemah dan membangun masjid sederhana di atas tanah yang dulu ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim a.s., setelah membelinya dari Syakim bin Jamur. Masjid yang telah dibangun setengah permanen itu ditinggalkan karena berhijrah ke Mesir. Masjid ini mengalami kehancuran karena dimakan usia.

15. Sepeninggal Nabi Sulaiman a.s., kerajaan Bani Israil terpecah dua:

a. Kerajaan Yudea yang beribu kota di Yerusalem. Rahbeam diangkat menjadi raja karena dianggap pewaris pus aka Bani Israil. Kerajaan Yudea didukung bangsa Yahudi dan bangsa Benyamin.

b. Kerajaan Israil yang beribukota di Samaria dan didukung oleh sepuluh suku bangsa Israil.

16. Pada tahun 722SM, kerajaan Israil direbut Raja Tiglat Filasar dari Assiria, sebagian pemimpinnya dijadikan budak belian dan dibuang ke Assiria.

Pada tahun 606 SM, kerajaan Yudea direbut Raja Nebukadnezar dari Babilonia. Haikal Sulaiman dihancurkan dan orang-orangYahudi dibuang ke Babilonia sampai tahun 539 SM. Orang-orang Yahudi mencoba memberontak, tetapi’ mereka ditumpas dengan kejam.

17. Pada tahun 536 SM, Sirus Kaisar Persia mengizinkan orang-orang Yahudi pindah ke Palestina kembali.

18. Pada tahun 338 SM, orang-orang Yahudi di bawah Imam Besar mencoba mendirikan Kerajaan Israil Bersatu yang meliputi bekas kerajaan Israil dan Yudea.

19. Pada tahun 334 SM, seluruh wilayah Palestina tunduk pada kekuasaan Raja Iskandar dari Masedonia. Sepeninggal Raja Masedonia, Palestina direbut kerajaan Mesir dan dijadikan propinsinya.

20. Pada tahun 199 SM, kerajaan Asyria merebut Palestina dari kerajaan Mesir. Bangsa Yahudi mengalami penderitaan baru; banyak dari mereka yang dijadikan budak belian.

21. Pada tahun 142SM,bangsa Yahudi menghimpun kekuatan, memberontak, dan berhasil mendirikan kerajaan Yudea Baru. Kerajaan Yudea Baru tidak berlangsung lama, karena ketamakan bangsa Yahudi yang ingin berusaha merebut wilayah kerajaan lain, sehingga akhirnya mereka sendiri yang hancur. Sampai tahun 135 SM,mereka tetap berada di bawah pengaruh dan kekuasaan negara asing silih berganti. Akidah dan upacara keagamaannya kian rusak karena pengaruh penjajah.

22. Setelah merasa aman, maka pada tahun 72 SM bangsa Yahudi mencoba bangkit dan mendirikan kembali Haikal Sulaiman yang sudah porak poranda.

23. Pada tahun 63 SM, Haikal Sulaiman dihancurkan pasukan Romawi. Seluruh daerah Palestina, Syiria, dan sebagian wilayah lrak dijadikan wilayah Romawi. Karena imam-imam Yahudi dapat mengambil hati, penguasa Romawi pun membantu pendirian Haikal Sulaiman. Haikal Sulaiman akhirnya dapat berdiri kembali, tetapi konon banyak mengadopsi gaya kuil Grik dan Romawi.

24. Pada tahun 70 M, gerakan-gerakan Yahudi menghimpun kekuatan untuk melepaskan wilayah Palestina dari kerajaan Romawi. Pasukan Romawi segera memadamkan pemberontakan itu secara kejam. Haikal Sulaiman dihancurkan sehingga hanya tertinggal sebagian puing dindingnya. Kini, puing dinding itu mereka sebut Al Makba (Dinding Ratapan). Bangsa Yahudi terpencar berserakan, sebagian ke Afrika Utara, sebagian pula masuk ke Yatsrib dan Khaibar. Mereka kelak menurunkan suku Yahudi Bani Qainuqa’, Bani Quraidhah, Bani Nadlir, Yahudi Taima’, dan Yahudi Wadi Al Qura. Di antara mereka terdapat keturunan Nabi Harun a.s.

Daerah Palestina tetap menjadi wilayah Romawi sampai tahun 638 M, pada tahun itulah Patriach Sopranius menyerahkan Yerusalem dan sekitamya kepada Khalifah Umar. Dengan kerelaan sendiri, sebagian besar penduduk Palestina masuk Islam. Paiestina tetap dalam kekuasaan Islam sampai tahun 1917 M. Pada masa itu Palestina termasuk wilayah Kekhalifahan Turki Utsmani.

25. Bangsa Yahudi tersebar di Eropa, Afrika Utara, Asia Barat, dan Asia Tengah sampai ke India, Di Afrika, di antaranya di Ethiopia, mereka bercampur darah dengan keturunan Mulat (Smith-Negro) dan disebut “falasha” Yahudi Hitam. Di India orang-orang Yahudi banyak mengawini wanita-wanita Hindu sehingga menimbulkan Yahudi India yang berkulit coklat atau sawo matang. Di India, orang-orang Yahudi India banyak yang tertarik pada mistik; mereka menghimpun gerakan kebatinan Teosofi dengan pusatnya antara lain di Adyar, Madras dan Amritsar. Percampuran dengan bangsa lain itu telah melanggar Taurat mereka.

“Maka bangkitlah Imam Ezra, lalu berkata kepada mereka; Kamu telah melakukan perbuatan tidak setia, karena kamu memperistri perempuan asing dan dengan demikian menambah kesalahan orang Israel. Tetapi sekarang mengakulah di hadapan Tuhan, Allah nenek moyangmu, dan lakukanlah apa yang berkenan kepada-Nya dan pisahkanlah dirimu dari penduduk negeri dan perempuan-perempuan asingitu.” (Ezra 10: 10-11)

“Ketika mereka mendengar pembacaan Taurat itu, mereka memisahkan semua peranakan dari orang Israel. (Nehemia 13: 3)

“Pada masa itu juga kulihat beberapa orang Yahudi memperistri perempuan-perempuan Asdod, perempuan-perempuan Amon, dan perempuan-perempuan Moab. Sebagian dari anak -anak mereka berbicara bahasa Asdod atau bahasa bangsa lain itu dan tidak tahu berbicara bahasa Yahudi.” (Nehemia 13: 23-24)

“Aku menyesali mereka, kukutuki mereka, dan beberapa orang di antara mereka kupukuli dan kucabut rambutnya dan kusuruh mereka itu bersumpah demi Allah, demikianlah; ‘]angan sekali-kali kamu serahkan anak-anak perempuanmu kepada anak-anak lelaki mereka, atau mengambil anak -anak perempuan mereka sebagai istri untuk anak lelakimu atau untuk dirimu sendiri. ‘” (Nehemia 13: 25)

p019_1_03

Akibat percampuran itu timbullah kelas-kelas Yahudi :

A. Yahudi Bani Israil: Lahir dati ayah dan ibu Yahudi.

B. Yahudi Aria: Campuran Yahudi dengan Eropa dan Iran.

C. Yahudi Arab: Campuran Yahudi dengan Mesir, Irak, Syria dan sebagainya.

D. Yahudi Mestiz: Campuran Yahudi dengan Kazak (Yahudi Rusia), Turki, Cina, India, dan sebangsanya.

E. Falasha: Campuran Yahudi dengan Mulat.

F. Yahudi Mulat: Campuran langsung Yahudi dan Negro.

Kelas B dan selanjutnya tidak dapat dijadikan imam besar keagamaan. Dalam organisasi Freemasonry, kelas B, C, dan D hanya dapat dijadikan pimpinan penggerak. Kelas E dan F hanya boleh dijadikan tukang pukul dan pekerjaan yang sesuai dengan itu.

“Seorang Yahudi yakni seorang Bani Israil yang terpilih Yahweh, ditempatkan dalam satu tingkatan derajat yang tinggi, dengan syarat ia harus lahir dari air yang murni tidak tercampuri air goyim.” (Pengantar Protokol)

“Kemurnian keyahudian tidak tergoyahkan paham yang ia anut, baik ia seorang Qabbalah, seorang Nasrani, seorang Teosof, seorang kahin, ataupun seorang Muslim, ataupun ia seorang ateis, kemurnian keyahudian hanya terkotori satu kotoran yakni terkotori darah goyim. (Pengantar Protokol)

“Seorang Yahudi harus menjadi ‘penebar bibit paham’ di mana pun ia diam dan ‘bukan bibit agama Musa’ karena: Seorang goyim tetap goy, walaupun mereka menganut agamamu dan melaksanakan adat istiadatmu, hanya kamu dapat mengendalikan mereka demi kepentingan Israil bangsa terpilih.” (Pengantar Protokol)

“Hendaklah kamu hati-hati terhadap mereka yang memilih agamamu sebagai agamanya, karena seorang goy tetap kambing perahanmu dan jika ternyata mereka itu berdarah goy, berdarah campuran, pecatlah dari kebangsaanmu itu dengan satu siasat agar ia tetap menguntungkan kamu.” (Pengantar Protokol)

Yahudi Amerika :

26. Orang-orang Katolik fanatik yang menguasai Kerajaan Spanyol dan Portugis berusaha memusnahkan penganut agama di luar agama Katolik, terutama Islam, dan akhimya Yahudi. Pada tanggal 2 Agustus 1492, 30.000 bangsa Yahudi harus segera meninggalkan Spanyol, diikuti dengan ancaman hukuman mati yang mengerikan seperti dibakar hidup-hidup, disula, dicincang, direbus, dan sebagainya seperti yang telah mereka lakukan terhadap orang Islam.

Hukuman ini merupakan hukum gereja Katolik yang diberlakukan di Spanyol dan Portugis.

27. Dalam lingkungan kerajaan Spanyol sendiri terdapat beberapa orang Yahudi tersamar yang telah siap menyelamatkan bangsanya dari pengadilan darah. Di antara mereka yakni: Louis de Santagel, seorang saudagar Valensia yang kaya raya serta pemborong pajak kerajaan Spanyol; Gabriel Sanchez, bendahara Ratu Isabella; dan Yuan Cabero, pengurus istana. Dengan tipu daya, mereka mengabarkan kepada Ratu Isabella bahwa kekayaan kerajaan Spanyol kian berkurang dan untuk mengatasinya harus ditambah dengan kekayaan dari luar Spanyol, di antaranya dengan mendukung gagasan Columbus untuk berlayar ke India dalam rangka mencari informasi tentang bukit-bukit emas. Ratu menyetujuinya, lalu Louis de Santagel menanamkan sahamnya sebanyak 17.000 dukat untuk menyukseskan pelayaran itu.

28. Rombongan Columbus berlayar menuju India, turut di dalamnya orang-orang Yahudi, di antaranya Louis de Tourjs seorang penerjemah, dr. Bernal, Alonzo de La Calle dan Gabriel Sanchez.

29. Rombongan Columbus akhirnya tiba di kepulauan Karibia yang disangka India. Akhirnya, setelah menemukan kekayaan di benua baru Amerika, orang-orang Yahudi Spanyol menjadi kaya raya. Louis de Touris menjadi saudagar tembakau yang memperkenalkan tembakau ke seluruh Eropa. Ia menetap di Kuba menjadi seorang tuan tanah. Louis dan Gabriel kembali ke Spanyol dan menjadi kaya raya. Agar siasat mereka tidak dibuka oleh Columbus, Columbus difitnah sampai ia dipenjarakan. Sejak ditemukannya benua Amerika, orang-orang Yahudi mengalir ke Amerika untuk mencari kekayaan, merekalah pelopor perampasan emas dan perak harta orang Aztec, Inca, dan Maya, dengan memperalat orang Spanyol dan Portugis.

30. Untuk mempersatukan Yahudi sedunia, Theodore Herzl pada tahun 1896 mendirikan “Gerakan Zionis” yang telah dirintis sejak tahun 1717 oleh tokoh-tokoh Yahudi Prancis.

Gerakan Zionis bersemboyan: “Satu Bangsa ialah bangsa Yahudi, satu bahasa ialah bahasa Yahudi dan satu tanah air ialah tanah air Yahudi”. Tanah air Yahudi berpusatkan Gunung Zion. Lambang Zionis ialah bintang Daud.

Untuk mendapatkan Bukit Zion dan sekitarnya itu, Turki harus dilumpuhkan dengan cara:

a. Menyebarkan paham kebangsaan di negara-negara Arab, di antaranya penyebaran hadits palsu: “Hubbul wathan minal iman (Cinta tanah air adalah sebagian dari iman).

b. Menyebarkan paham kebangsaan di Turki agar Turki menjadi anti-Arab dan pro-Eropa.

c. Menanamkan paham Freemasonry agar timbul sekularisasi.

d. Membujuk Turki agar memihak Jerman.

e. Membentuk panitia rahasia Perang Dunia.

f. Membubarkan Kekhilafahan Turki.

31. Tujuan Zionisme : Membentuk Negara Bani Israil yang meliputi seluruh daerah Palestina, Syiria, Libanon, sebagian Mesir, bekas koloni Yahudi (Madinah, Khaibar dan sekitarnya), bekas kerajaan Saba di Yaman dan Tanah Leluhur Abram (Negeri Ur, Babil dan sekitarnya di Irak) berdasarkan wasiat para hakham (pemimpin agama).

32. Pada tahun 1908, timbul gerakan Ashabiyah (Kebangsaan) yang menghendaki pemerintahan sendiri di negara-negara Arab.

33. Pada tahun 1913, negara-negara Arab menuntut pemerintahan sendiri pada Turki yang ditentang oleh Partai Al Ittihad wat Taraqqi yang tengah berkuasa di Turki.

34. Pada tahun 1914-1918, pecah Perang Dunia I, Turki berpihak pada Jerman melawan Sekutu.

35. Kolonel Lawrence, seorang Yahudi Inggris dikirim ke negara Arab agar bangsa Arab bangkit melawan Turki. Setelah terjadi perundingan antara Syarif Husein dengan Sir Henry McMahon pada tanggal10 Juli 1916, bangsa Arab membantu Inggris melawan Turki.

36. Pada Desember 1917, Lord Allenby dengan pasukannya menduduki Palestina. Orang-orang Yahudi beramai-ramai membeli tanah di Palestina.

37. Pada tahun 1917, Sekretaris Negara Inggris untuk Urusan Luar Negeri, Arthur Balfour yang juga seorang Yahudi berangkat ke Amerika Serikat untuk menemui tokoh-tokoh Yahudi Amerika di antaranya Lord Rothschild, bankir terkenal di Amerika Serikat.

38. Pada bulan April 1920, Palestina dijadikan mandat Inggris untuk memudahkan pemindahan orang-orang Yahudi. Inggris bekerja sama dengan Public Body, Badan Perwakilan Zionis. Inggris mengangkat seorang Yahudi bernama Sir Herbert Samuel menjadi Komisaris Tinggi Inggris di Palestina.

Jumlah Yahudi di Palestina:

Tahun 1923: 7.400 orang

Tahun 1924: 12.000 orang

Tahun 1925: 23.800 orang

Tahun 1936: 370.488 orang

Tahun 1947: 600.000 orang

39. Pada tahun 1929, bangsa Arab Palestina bangkit melawan Yahudi. Yahudi dibantu tentara Inggris.

40. Pada tahun 1935, Panitia Arab Tertinggi, gabungan partai-partai bangsa Arab mengajukan nota pada Inggris :

a. Membentuk pemerintahan yang bertanggung jawab pada parlemen.

b. Menghentikan pemindahan orang Yahudi.

c. Melarang penjualan tanah pada orang Yahudi.

41. Pada tahun 1936, terjadi pemogokan umum di seluruh Palestina yang diikuti pemberontakan 5 Mei 1936. Inggris mendatangkan 100.000 orang pasukan Yahudi bersenjata modern.

42. Inggris mengirimkan Misi Peel ke Palestina. Amir Abdullah dari Yordania dan Nuri Pasya Assaid membujuk pemberontak Palestina agar meletakkan senjata. Pemimpin Arab Palestina Fauzi Al Qauqji mengumandangkan perang jihad melawan Bani Israil.

43. Pada tanggal 13 Oktober 1936, terjadi gencatan senjata antara pasukan Arab Palestina dan pasukan Israil atas seruan Raja-raja Arab.

44. Misi Peel mengusulkan, agar Wilayah Palestina dibagi:

a. Daerah subur tepi pantai sebelah Utara, Tel Aviv dan daerah GalileaUtara termasukHaifa dan Akka, menjadi milik Bani Israil untuk dijadikan pusat negara Yahudi.

b. Daerah selebihnya digabungkan dalam Kerajaan Arab Yordania.

c. Daerah Yerusalem, Baitlahm (Bethlehem), Nashara (Nazareth) dengan suatu rekah ke Jaffa termasuk daerah mandat Inggris.

d. Negara Arab dan Yahudi ada kaitan berserikat dengan Inggris.

Misi Peel diperkuat Inggris dengan buku putihnya. Pada 7Juli 1936, usul Peel disampaikan pada Panitia Mandat Liga Bangsa-Bangsa.

45. Pada tahun 1936, Arab Palestina memberontak kembali yang ditindas dengan kejam oleh pasukan Inggris dan Yahudi.

46. Pada Oktober 1938, Panitia Arab Tertinggi Palestina dibubarkan dan pimpinannya ditangkap. Mufti Besar Palestina Amin al Husaini melarikan diri ke Irak.

47. Pada Oktober 1938, Komisi Woodhead melaporkan kepada Pemerintah Inggris bahwa pembagian daerah Palestina tidak mungkin dilaksanakan, karena akan mengakibatkan kecampuran berkepanjangan. Inggris pun kemudian membatalkan pembagian Palestina.

48. Pada 7 Februari 1939, berlangsung Konferensi Meja Bundar antara Inggris dengan pihak Arab Palestina dan Arab

Merdeka (Amir ‘Abdul Mun’ em dari Mesir, Amir Faisal wakil Saudi Arabia, SaifulIslam Amir Husein wakil Yaman dan Taufiq Abdul Huda wakil Yordania).

49. Buku Putih Inggris 17 Mei 1939:

a. Pemerintah Inggris tidak bertujuan mendirikan Negara Yahudi di Palestina.

b. Pemerintah Inggris tidak berniat menggabungkan Palestina pada negara Arab.

c. Pemerintah Inggris berniat mendirikan Negara Merdeka Palestina yang terdiri atas bangsa Arab dan Yahudi.

d. Pemerintah Inggris mengizinkan pemindahan 100.000 orang Yahudi ke Palestina.

50. Presiden Roosevelt atas nama wakil Yahudi Intemasional menemui Raja Ibnu Saud untuk membeli daerah bekas pemukiman Yahudi di Madinah, Khaibar dan sekitamya dengan harga 20.000.000 pound emas. Permintaan itu ditolak oleh Raja Ibnu Saud.

51. Pada 13 Agustus 1945, diadakan Konferensi Zionis Internasional:

a. Menolak Buku Putih Inggris 1939.

b. Inggris diminta mengizinkan Perwakilan Yahudi mengirimkan ahli-ahli Yahudi untuk membangun Palestina.

c. Palestina harus segera dijadikan Negara Yahudi.

52. Pada 17 Agustus 1945, Presiden Truman mengumumkan:

a. Pemindahan sebanyak mungkin orang Yahudi ke Palestina.

b. Pendirian Negara Yahudi di Palestina.

53. Pada 20 April 1946, Panitia Penyelidikan Inggris-Amerika Serikat mengusulkan :

a. Palestina diletakkan di bawah Trusteeship PBB dan Pemerintah Mandat diteruskan.

b. Pemasukan 100.000 orang Yahudi ke Palestina korban Nazi dan Fasis.

e. Pembatalan pembatasan penjualan tanah pada orang Yahudi.

54. Pada musim gugur 1946, berlangsung Konfrensi Inggris dan Negara-negara Arab.

Inggris mengusulkan :

a. Pembagian Palestina.

b. Membuka pintu bagi imigran Yahudi.

e. Mandat Inggris dilanjutkan.

Negara-negara Arab mengusulkan:

a. Kemerdekaan Palestina.

b. Penghapusan Mandat.

e. Pemerintahan dipegang Yahudi dan Arab yang telah menjadi warga negara Palestina.

d. Menjaminkan kelangsungan minoritas dalam keagamaan dan hak sipil.

e. Menghentikan pengiriman imigran Yahudi.

f. Larangan penjualan tanah orang Arab kepada orang Yahudi.

Inggris menolak usul Arab dan mengajukan usul baru :

a. 200.000 Yahudi harus pindah ke Palestina.

b. Palestina dimerdekakan 5 tahun kemudian.

55. Pada 28 April 1947 terjadi perdebatan masalah Palestina di PBB.

56. Pada 11 Nopember 1947, tercapai persetujuan antara Amerika dan Rusia tentang pembagian Palestina :

a. Mandat Inggrisberakhir pada bulan Mei 1948 dari semua kekuatan Inggris ditarik.

b. Pada bulan Mei akan dibentuk sebuah Negara Yahudi dan Arab.

c. Setelah itu, Sidang Umum PBB membentuk Panitia PBB yang terdiri atas 3-5 orang anggota wakil negara-negara kecil pendukung pembagian Palestina.

d. Panitia PBB itu menjadi pelaksana tindakan anjuran Sidang Umum PBB yang perinciannya disepakati kemudian dengan memerhatikan semua rekomendasi dan usul-usul UNSCOP.

e. Panitia harus membantu Inggris melaksanakan pekerjaan di Palestina sampai berakhirnya mandat. Setelah diterimanya pembagian Palestina sampai mandat berakhir, Inggris atas permintaan PBB tetap menjaga ketertiban umum dan memelihara keamanan di Palestina.

f. Jika antara hari mandat berakhir dengan hari pembentukan kedua negara merdeka itu terdapat kevakuman, panita harus mengendalikan Palestina selama kevakuman itu.

g. Dalam menjalankan tugasnya, panitia harus mengikuti petunjuk Sidang Umum PBB.

h. Setiap bulan, panitia dihamskan mengirimkan laporan mengenai kegiatan pekerjaannya kepada Dewan Keamanan PBB.

57. Pada bulan Nopember 1947, usul UNSCOP tentang penyelesaian Palestina diperdebatkan panitia ad hoc Sidang Umum PBB dan pada tanggal 25 Nopember 1947, panitia menyetujui rencana pembagian Palestina.

58. Pada 29 Nopember 1947, Pembentukan UNPAC (United Nations Palestine Commission) yang bertugas mendirikan Negara Yahudi.

59. Pada Desember 1947, meletus perang antara Arab Palestina dan Yahudi, tentara Yahudi di antaranya: Pasukan Haganah, Strengang, Vai Humi, Hezb Levi, dan sebagainya yang merupakan bekas pasukan Yahudi pada Perang Dunia II.

Di PBB timbul perdebatan sengit yang menyebabkan terbentuknya Mediator dan kemudian UNP AC dibubarkan pada tanggal 14 Mei 1948.

60. Pada tanggal 14 Mei 1948, Dewan Kebangsaan Yahudi di Tel Aviv memproklamirkan Republik Israel (Israil), dengan Presidennya adalah Chaim Weizmann dan Perdana Menterinya adalah Ben Gurion.

Pengakuan defacto diberikan oleh Presiden Truman atas nama Amerika Serikat. Selanjutnya, menyusul pengakuan dari Uni Soviet, Inggris, dan Prancis.

61. Negara-negara Arab tidak mengakui kehadiran Negara Israel. Israel diserbu dari setiap arah. Perwakilan Yahudi di PBB menganggap Negara Arab sebagai agresor.

62. Atas usaha Dewan Keamanan PBB, terjadilah peristiwa-peristiwa berikut ini:

Pada tanggaI 12-1-1949: Perletakan senjata antara Mesir dan Israel.

Pada tanggal 22-3-1949: Perletakan senjata antara Libanon dan Israel.

Pada tanggal 3-4-1949: Perletakan senjata antara Jordania dan Israel.

Pada tanggal 10-7-1949: Perletakan senjata antara Syria dan Israel.

Pada tanggal 1-8-1949: Pengakuan de Jure dari Amerika Serikat atas Israel.

63. Republik Israel berusaha keras melaksanakan program-program Zionis dan Freemasonry, di antaranya:

a. Melebarkan sayap kekuasaan.

b. Memperbanyak keluarga Yahudi.

c. Melenyapkan bangsa Arab Palestina.

d. Melestarikan Bangsa, Budaya dan Bahasa Yahudi.

e. Mendukung usaha-usaha Freemasonry.

f. Memperkuat diri.

“Freemasonry Internasional dengan menggunakan seribu satu siasat telah berhasil membentuk Negara Israel, menghancurkan Kekhalifahan Turki Utsmani dan menjual paham-pahamnya ke seluruh dunia.” (Dukhan Al Masuniah: 171)

“Setelah Israel terbentuk, Israel harus mengembangkan diri menjadi sebuah negara besar dan merupakan negara induk, semua negara-negara Goyim harus bertekuk lutut.” (“Wasiat Imam Besar” Dukhan Al Masuniah: 171)

Disalin dari:

Jaringan Gelap Freemasonry

Oleh: A.D. El Marzdedeq

Penerbit PT Syaamil Cipta Media

Cetakan Ketiga, Januari 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s