Lambang Freemason & Istilah Sin Jan

Surabaya Pagi – Masih seputar Loge de Vrieschap, salah satu gedung angker bagi meneer-meneer Belanda menyisakan satu sisi bangunan yang masih terjaga yakni pada logo yang menempel pada atap gedung. Konon logo yang berbentuk lingkaran merah yang didalamnya terdapat sebuah bujur sangkar yang dicetak miring memiliki arti khusus berkaitan dengan ritual dilakukan mener-mener Belanda.

Simbol jangka dan mistar yang membentuk empat persegi serta di tengahnya terdapat dua tangan berjabatan itu sama persis dengan lambang dimiliki kaum Freemason. Logo yang dikelilingi lingkaran warna merah itu mirip dengan aliran yang pernah dilarang keras oleh Pemerintahan Soekarno (presiden pertama RI).

Pada Maret 1950, Presiden Soekarno memanggil tokoh-tokoh Freemasonry tertinggi Hindia Belanda yang berpusat di Loji Adhucstat (Menteng) untuk mengklarifikasi ritual yang sering digelar di Loge De Vriescahap Surabaya. Atas pemanggilan itu, tokoh-tokoh Freemasonry di Hindia Belanda mengelak dan menyatakan jika istilah Setan berasal dari pengucapan kaum pribumi terhadap Sin Jan (Saint Jean) yang merupakan salah satu tokoh suci kaum Freemasonry. Walau mereka berkelit, namun Soekarno tidak percaya begitu saja. Akhirnya, Februari 1961, lewat Lembaran Negara Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia .

Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala derivat-nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Club, dan Bahaisme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Namun, 38 tahun kemudian, Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut, dan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000. Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) aau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Bahai menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia. Mdk/jo

Sumber: http://www.surabayapagi.com/index.php?af9256059b85b91800c24c3aebe271e5df0478077a0f663f42e6d516ce88d9a3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s