Machiavelli: Tujuan Menghalalkan Cara

Tujuan Menghalalkan Cara

Aforisma ini merupakan salah satu warisan Machiavelli bagi dunia politik, dan gara-gara gagasannya dalam Il Principe (Sang Penguasa/The Prince) yang blak-blakan ini, Niccolò Machiavelli dikutuk banyak orang sebagai bajingan tak bermoral. Bahkan pada tahun 1559 hirarki gereja Katolik memasukkan bukunya dalam daftar Indeks sebagai buku yang dilarang dibaca dan diedarkan dalam komunitas gereja Katolik.

Secara garis besar, menurut Machiavelli, seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta, digabung dengan penggunaan kekejaman dan kekuatan. Karena itu nama Machiavelli, kemudian diasosiasikan dengan politik yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, dan para pelakunya disebut Makiavelis, sedangkan bukunya sendiri (Il Principe) sering dijuluki orang sebagai “buku petunjuk untuk para diktator”.

Penulis buku ‘Seratus Tokoh’, Michael H. Hart (1978) menyebutkan kritik lain yang sering dilemparkan orang kepada Machiavelli adalah bahwa ide-ide yang tertuang dalam Il Principe bukanlah gagasan yang dirumuskannya sendiri, atau tidak orisinal. Kritik ini sebetulnya ada benarnya, karena Machiavelli sendiri memang menyatakan jika dirinya tidak merekomendasikan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi sekedar menunjukkan teknik yang sudah dilaksanakan oleh para penguasa dengan penuh sukses.

Meski menurut Machiavelli gagasannya memang justeru bersumber dari praktek banyak penguasa yang ia amati sebelumnya, tetapi baru pada abad ke-18 pandangan Machiavelli mendapatkan dukungan terbuka dari para pemikir politik seiring berkembangnya gerakan pencerahan (Aufklarung). Memasuki abad ke-19, gagasan Machiavelli semakin mendapatkan tempatnya di kalangan para pengikutnya yang memujanya sebagai nabi yang telah lama “meramalkan” kedatangan dan perkembangan negara-negara kebangsaan. Sehingga di abad ke-20 teori-teori politik Machiavelli telah dipraktekkan oleh hampir semua bangsa.

Dalam kata pengantar edisi bahasa Indonesia buku ini, M. Sastrapratedja dan Frans M. Parera (1991) menyebutkan “konon Napoleon, sang diktator Prancis itu, senantiasa menyelipkan buku Sang Penguasa di bawah bantal kepalanya, sama halnya dengan tingkah laku Hitler, Mussolini dan Stalin. Hanya Benito Mussolini salah seorang dari sedikit penguasa negara-negara modern yang secara terang-terangan di depan publik menyatakan kekagumannya atas ajaran Machiavelli. Para pemimpin lainnya tidak atau enggan berterus-terang.”

Apakah pemikiran-pemikiran yang direkomendasikan dalam Il Principe memang orisinal atau tidak, tampaknya tidak cukup penting untuk kita perdebatkan lagi. Toh sebagaimana yang dia ungkapkan sendiri dalam bukunya tersebut, nasihat-nasihatnya untuk penguasa itu memang bukanlah sesuatu yang benar-benar baru, tetapi praktek yang telah dicontohkan oleh banyak penguasa sebelumnya, tidak terkecuali para penguasa kegamaan terutama Musa yang menjadi rujukannya. Kemudian, sebagaimana bisa kita saksikan, praktek-praktek kekuasaan yang dia rangkum dalam bukunya itu pada gilirannya menjadi rujukan bagi para pemikir dan penguasa setelahnya, sampai hari ini.

Bersambung ke bagian 2: Machiavellisme dan Judaisme

Sumber:
Niccolò Machiavelli, Sang Penguasa: Surat Seorang Negarawan kepada Pemimpin Politik, Gramedia, Jakarta, 1991
Niccolò Machiavelli, The Prince, Project Gutenberg, 2006, http://www.gutenberg.org/ebooks/1232, diakses 28 Oktober 2013
Michael H. Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Dunia Pustaka, Jakarta, 1978, http://media.isnet.org/iptek/100/Machiavelli.html, diakses 28 Oktober 2013
Steven Marx, Moses and Machiavelism, http://cla.calpoly.edu/~smarx/Publications/moses.html, diakses 28 Oktober 2013
Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Niccol%C3%B2_Machiavelli, diakses 28 Oktober 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s