Freemasonry di Indonesia?

Sekedar catatan kecil atas artikel “Freemasonry di Indonesia” pada Wikipedia khususnya bagian Kontroversi (https://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry_di_Indonesia#Kontroversi).

Berikut ini,

Beberapa tulisan populer menganggap Presiden Soekarno melalui Lembaran Negara nomor 18/1961 melarang Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) dan organisasi lain atas alasan mengikuti ajaran freemason. Namun pelarangan tersebut sebenarnya karena penolakan atas manifesto politik yang hendak dipaksakan oleh Soekarno kepada seluruh organisasi di Indonesia[3] pada saat posisinya terancam pada masa demokrasi terpimpin, seperti yang bisa dilihat dari Peraturan Penguasa Perang Tertinggi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1961:Organisasi yang tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia menghambat penyelesaian Revolusi atau bertentangan dengan cita-cita Sosialisme Indonesia, dilarang.[4]

Sementara dari Peraturan Penguasa Perang Tertinggi Republik Indonesia, nomor 9 tahun 1962, terlihat bahwa motif keluarnya kumpulan peraturan ini adalah:

Peraturan tentang pencabutan Peraturan-peraturan Penguasa Perang Tertinggi No. 3 tahun 1961 tentang Larangan adanya organisasi yang tidak mau menerima dan mempertahankan Manifesto Politik…..[5]

Kesalahan dalam memahami kumpulan peraturan ini membuat beberapa organisasi yang disebutkan pelarangan ini mendapat tuduhan sebagai organisasi freemason, seperti Liga Demokrasi, Rotary[6] , Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i.

Karena sudah tidak relevan dengan situasi politik masa kini dan telah menghasilkan diskriminasi[7], Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Keppres nomor 264/1962 yang berisi pelarangan tersebut dengan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000.[8]

Freemasonry di Indonesia, Wikipedia Indonesia (diakses pada 27 Oktober 2013)

Memang masih perlu dipertanyakan apakah benar alasan pelarangan pemerintah RI pada saat itu atas keberadaan dan aktivitas Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) dan beberapa organisasi lain yang dianggap serupa atau merupakan derivatnya terutama dikarenakan organisasi-organisasi tersebut menganut faham atau merupakan bagian dari Freemasonry, atau sebagaimana dikemukakan penyunting, lebih dikarenakan penolakan mereka atas Manifesto Politik yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno saat itu?

Tetapi yang menurut saya menjadi pertanyaan lebih besar adalah ketika penyunting artikel tersebut kemudian menyimpulkan,

Kesalahan dalam memahami kumpulan peraturan ini membuat beberapa organisasi yang disebutkan pelarangan ini mendapat tuduhan sebagai organisasi freemason, seperti Liga Demokrasi, Rotary[6] , Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i.

Masih belum jelasnya alasan utama Presiden Soekarno menerbitkan Keppres nomor 264/1962 tentang pelarangan organisasi-organisasi tersebut adalah satu hal, sementara fakta yang terang bahwa sebagian organisasi-organisasi tersebut memang merupakan bagian dari Freemasonry adalah hal lain.

Sekedar mengambil satu contoh yang paling sederhana, ‘Vrijmetselaren-Loge’ yang diterjemahkan Loge Agung Indonesia, pada dasarnya merupakan bahasa Belanda untuk ‘Loge/Loji Freemason’ dalam bahasa Indonesia. Loji ini didirikan pada 1952 dengan jaminan dari Grand Lodge Belanda. Dengan demikian apapun alasan utama di balik penetapan Keppres nomor 264/1962 tidak bisa dijadikan argumentasi untuk mengkaburkan fakta bahwa organisasi-organisasi yang dilarang melalui Keppres tersebut sebagiannya (bahkan mungkin juga seluruhnya) memang merupakan lembaga atau badan Freemasonry.

Pertanyaannya, kenapa fakta yang demikian terang mesti dikaburkan? Apakah karena Keppres nomor 264/1962 tersebut kemudian dicabut melalui Kepres No. 69/2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid?

Ini mengingatkan saya mengenai kabar kursus penyuntingan Wikipedia yang diselenggarakan oleh organisasi Zionis “Yisrael Sheli” (My Israel) Agusus 2010 yang lalu. Kursus yang diadakan di Jerusalem itu melatih para pesertanya untuk menyunting artikel-artikel di Wikipedia agar lebih pro-Israel, dengan kata lain, agar penjelasan yang terdapat pada artikel-artikel tersebut berpihak dan melindungi kepentingan Israel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s